KH Birth by Sleep Novel: Dark Memory Part 2

Ini part kedua Dark Memory yang judah kuterjemahin. Ternyata agak susah juga. Tapi demi Vanitas yang kusukai, pokoknya pasti lanjut terjemahin sampai abis! Selamat menikmati semuanya~

Emosi sekilas tiba-tiba menyelimuti Vanitas dan dia harus menutup matanya. Emosi itu datang dari hati Ventus. Tapi itu juga dari hatiku. Dan dari rasa takut ini aku tidak mengerti, kekuatan yang mengerikan bisa dilahirkan.

Bukankah itu yang dikatakan Xehanort? Bahwa dengan menajamkan ketakutan menjadi amarah, ia bisa mendapatkan kekuatan? Tapi, apa yang lahir dari emosinya sekarang ini, berbeda dan sesuatu yang sangat spesial.

Kenapa aku lahir? Dan kenapa tiba-tiba aku tahu semua ini, kalau aku baru saja lahir?

Aku adalah hati kegelapan. Wadah untuk emosi negatif. 

Dari tubuh Vanitas, makhluk hitam muncul dan berdiri. Vanitas melihatnya dengan diam. Makhluk yang seperti bayangan, seperti monster, dengan dua mata merah bersinar.

“Ini adalah “Unversed”… Unversed.”

Ketika Vanitas merentangkan tangannya ke makhluk itu, dia main-main berputar dalam lingkaran di sekelilingnya dengan senang hati. Ini adalah emosi nyata. Sangat tak paham dengan eksistensinya sebagai makhluk hidup. Tidak … mungkin bahkan tidak bisa menyebutnya “makhluk hidup”. Setelah semua, bahkan jika kau mengatakan bahwa itu “hidup”, itu hanya terbuat dari fragmen kehidupannya.

Vanitas menusuk Keyblade-nya ke Unversed tersebut dan makhluk tersebut mati begitu saja seperti saat itu lahir.

Menjijikan.

Memikirkan ini, Vanitas merasakan rasa sakit di dadanya. Ini pasti kepingan dari emosi Unversed yang hilang. Vanitas menatap telapak tangannya, kemudian menggenggam nya menjadi tinju.

Aku kesepian.

Memikirkan ini, di belakang Vanitas, Unversed lahir lagi. Angin terus bertiup di sepanjang tanah tandus. Di kejauhan, matahari sore tenggelam. Senja mewarnai langit dan sekarang, akan lanjut untuk berubah lebih dan lebih dari hari ke kegelapan malam.

Siapa aku?

Vanitas merasa ia sedang tersedak, dadanya terasa berat dan tenggelam ke lututnya. Unversed terlahir lagi darinya.

Sakit.

Dikalahkan oleh rasa sakitnya, Vanitas melempar topengnya. Apa yang ia temukan di dalamnya tidak berbeda dengan wajah-wajah Unversed, hitam pekat dan bermata merah, menyerupai sebuah boneka lebih dari manusia. Ekspresi wajah Vanitas di wajahnya yang seperti boneka terbungkus kedalam penderitaan dan kepahitan.

Hey, aku di mana?

Tiba-tiba mendengar suara dari suatu tempat, Vanitas merasa penglihatannya menjadi gelap. Ia dikelilingi kegelapan dan tidak bisa melihat apapun. Di tengah-tengah kegelapan, sebuah cahaya menjulur.

Apa yang sebenarnya terjadi?

Dan kemudian ia tidak mengerti apapun lagi. Ia merasa ia mendengar suara dari suatu tempat, seakan angin membawanya. Tidak, tunggu, apa itu ombak? Apakah ini pasang yang ia dengar? Dari kejauhan ia bisa melihat cahaya. Kilauannya mendekat dan akhirnya menelannya.

Saatnya untuk bangun — Yang harus kita lakukan hanyalah membuka pintunya.

Mendengar suara yang tidak dikenal ini, Vanitas membuka matanya, seakan-akan ia terbangun dari mimpi buruk. Dia hanya tahu sesuatu terjadi. Sesuatu yang melegakan, bukan, sesuatu yang sangat aneh dan bahkan istimewa. Mungkinkah Ventus, yang seharusnya sudah kehilangan hatinya dan menghilang sekarang, memulihkan hatinya?

Kenapa? Siapa yang telah menyelamatkan Ventus? Siapa?

Mungkin, hanya mungkin, dia seseorang yang mirip denganku, hati yang baru lahir, berbeda dengan Ventus. 

Ini adalah gurun. Aku hanya bisa mendengar angin. Tidak ada gelombang di sini. Vanitas menggeleng, kemudian ia menyadari perasaan aneh. Dia menyentuh bibirnya.

Rasanya seperti hanya saat itu, dunia telah berubah bagiku. Dunia … tidak, aku juga … apakah sebenarnya Ventus yang berubah?

Ketika Vanitas berdiri, ia menyadari bahwa wajahnya tidak lagi menyerupai Unversed, tapi telah menjadi manusia, wajah seorang anak laki-laki normal. Anak laki-laki … dan ya, 15 tahun dari sekarang, anak laki-laki dengan wajah yang terlalu mirip dengan yang satu ini, akan disebut sebagai Pahlawan Cahaya oleh orang-orang.

Tapi ini adalah sebuah perjalanan yang belum dimulai. Caraku mengarah ke kedalaman kegelapan terdalam.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s